PERPINDAHAN KALOR
A. Azas Black
Bila
dua buah benda yang suhunya berbeda
digabungkan, maka kalor akan mengalir dari benda bersuhu tinggi ke benda
yang bersuhu rendah. Bila kedua benda itu panasnya diisolasi terhadap pengaruh
lingkungannya, sehingga kalor benar-benar mengalir mengalir hanya di antara
benda itu, maka jumlah kalor yan dilepaskan oleh benda yang bersuhu tinggi sama
dengan jumlah kalor yang diserap oleh benda yang bersuhu rendah. Pertukaran
energi seperti itu merupakan dasar dari
sebuah cara pengukuran kuantitatif dari
pertukaran kalor yang dikenal sebagai kalorimetri. Untuk melaksanakan pengukuran itu biasa
digunakan alat yang disebut kalorimeter. Prinsip pertukaran kalor dimana jumlah
kalor yang diserap oleh zat/ benda sama dengan jumlah kalor yang diterima
benda/zat lain dalam sebuah kalorimeter
dikenal sebagai azas Black ( Qlepas
= Q terima ).
B. Perpindahan kalor
Kalor dapat berpindah dari benda/sistem yang
bersuhu tinggi ke sistem/benda bersuhu rendah. Ada 3 macam perpindahan kalor yaitu konduksi, konveksi
dan radiasi , seperti yang akan dikemukakan berikut ini.
1. Konduksi
Dalam benda padat kalor dipindahkan dari
satu bagian ke bagian lain yang bersuhu lebih rendah dengan cara konduksi atau
rambatan atau hantaran. Pada perpindahan kalor secara konduksi, kalor
dipindahkan oleh atom-atom atau elektron-elektron yang energi kinetiknya lebih
besar ke atom-atom atau elektron yang energi kinetiknya rendah melalui
tumbukan. Perpindahan kalor ini tidak disertai perpindahan partikel materi yang
menghantarkan kalor itu.
Sebuah batang yang
panjangnya L dan Luas Penampangnya A salah satu ujungnya dibakar
dengan pembakar bunsen sehingga suhunya ditempat itu (T1) menjadi lebih tinggi daripada suhu di ujung
lainnya (T2 ).
Bila
suhu-suhu itu dipertahankan tetap, maka kalor Q akan berpindah dari ujung yang
suhunya lebih tinggi ke ujung yang suhunya lebih rendah. Jumlah kalor yang
dirambatkan pada batang ini setiap satu satuan waktu sebanding dengan selisih
suhu kedua ujungnya, sebanding dengan luas penampang batang, dan berbanding
terbalik dengan panjang batang. Hal itu dinyatakan secara matematik oleh
persamaan :
Dengan :
H = kalor yang dihantarkan tiap satu satuan waktu
(joule/sekon)
Q = jumlah kalor yang dihantarkan
T = selang waktu (sekon)
A = luas penampang (m2 )
(T1-T2) = selisih suhu (oK)
L = panjang penghantar (m)
K = koefisien konduksi termal
( joule/m.sek.oK)
Untuk lebih memahami materi konduksi kalor, saksikan video berikut :
Sumber : https://youtu.be/FBE72pw49X4
2. Konveksi
Pada Zat cair dan gas, kalor dipindahkan dengan cara konveksi oleh molekul molekul yang
bergerak dari bagian yang suhunya lebih tinggi ke bagian yang suhunya lebih rendah. Jadi pada
memindahkan kalor itu.
Pada gambar diatas dilukiskan sejumlah air
dalam bejana dipanasi di atas pembakar
bunsen. Bagian bawah bejana bersuhu lebih tinggi dari pada bagian atasnya,
sehingga massa jenis molekul air menjadi lebih kecil dari pada massa jenis
molekul air di bagian atasnya yang bersuhu lebih rendah. Karena gaya ke atas
Archimedes, maka molekul air yang massa jenisnya lebih kecil akan bergerak ke
atas , sebaliknya molekul air yang massa jenisnya lebih besar akan bergerak ke bawah. Pergerakan molekul air itu
disertai dengan membawa kalor, sehingga kalor dipindahkan oleh molekul-molekul yang bergerak itu dikenal sebagai peristiwa konveksi .
Jumlah
kalor yang dikonveksikan pada tiap satu
satuan waktu sebanding dengan luas permukaan dan sebanding pula dengan selisih
suhu (T1-T2), atau secara matematik dinyatakan oleh
persamaan
H
= h A
(T1-T2)
dengan:
H =
kalor yang dikonversikan tiap sekon ( kal/s )
h =
koefisien konveksi dalam joule/m2.s.oC
A =
luas permukaan dinyatakan dalam m2
3. Radiasi
Radiasi kalor adalah perpindahan kalor dari benda
yang bersuhu tinggi ke dalam lingkungannya yang bersuhu tinggi dengan cara
dipancarkan. Pemancaran kalor ini adalah dalam bentuk gelombang elektromagnetik
sehingga tidak memerlukan medium panghantar atau perantara, misalnya panas
matahari sampai ke bumi dengan cara radiasi melalui gelombang cahaya.
Menurut Stefan-Boltzman jumlah kalor yang di pancarkan setiap satuan waktu dan setiap satuan luas, atau juga disebut sebagai intensitas radiasi sebanding dengan selisih suhu pangkat empat antara benda dan lingkungannya. Secara matematik dinyatakan dengan persamaan
W = e σ ( T4 - To4)
Dengan:
R adalah intensitas radiasi dalam joule/m2.s.oK
e adalah emisivitas panas tidak bersatuan
σ adalah konstanta Stefan-Boltzman ( 5,67 x 10-8
watt/m2.oK4
T adalah suhu benda
To adalah suhu lingkungan di sekitar
benda.
Jika
suhu benda jauh lebih tinggi dari dari suhu lingkungannya, sehingga suhu
lingkungan dapat diabaikan terhadap suhu benda, maka intensitas radiasinya
dapat dinyatakan oleh persamaan
W = e σ T4
Untuk
benda hitam sempurna nilai emisivitasnya (e) sama dengan nilai absirbsivitasnya
(a) yaitu sama dengan 1.
Perhatikan video berikut :
Contoh :
Sebuah
bola logam luas permukaannya 5 cm2 , emisivitasnya 0,4, dan suhunya 2500 K
Bila bola itu ditempatkan dalam lingkungan yang bersuhu 500 oK dan σ
=5,67 x 10-8 watt /m2. oK4
Berapakah daya yang dipancarkan bola itu ?
Penyelesaian :
Intensitas radiasi = I = Daya yang dipancarkan/ luas permukaan
W = P/A = e σ ( T4
- To4)
P = e σ ( T4 - To4) A = 4,42 x 10 -2
watt
KUIS
KUIS
1.
Kalor
yang diperlukan untuk menaikkan suhu benda bergantung pada ....
A.
massa benda, suhu awal, suhu akhir
B.
massa benda dan jenis benda
C.
jenis benda dan kenaikan suhu
D.
massa benda, jenis benda dan kenaikan suhu
E.
kenaikan suhu dan lama
2.
Dalam
botol termos terdapat 200 gram kopi pada suhu 90 O C. Ditambahkan
susu sebanyak 100 gram bersuhu 20 O C. Berapakah suhu campuran?
(misalkan tidak ada kalor pencampuran maupun kalor yang terserap botol termos
dan kalor jenis kopi = susu = air = 1,00 kal/g OC)
A.
5 OC
B.
67 OC
C.
88 OC
D. 90 OC
E.
100 OC
3. Lima gram es pada suhu 0 OC dimasukkan
ke dalam 200 gram air yang bersuhu 20 OC. Jika kalor lebur es = 80 kal/g
dan kalor jenis air 1 kal/g OC, suhu akhir campuran adalah ....
A.
0 OC
B.
18 OC
C.
3,3 OC
D.
5 OC
E.
2 OC
4. Sebuah
jendela kaca suatu ruangan panjangnya 2 m lebarnya 1 m dan tebalnya 20 mm. Suhu
di permukaan dalam dan permukaan luar kaca masing-masing 24 OC dan
27 OC. Jika konduksi termal = 8.10-1 Wm- 1K-1,
maka jumlah kalor yang mengalir ke dalam
ruangan melalui jendela itu tiap sekon adalah ...
A.
0,024
Js-1
B.
0,048
Js-1
C.
0,24
Js-1
D.
0,072
Js-1
E.
0,48
Js-1
5. Angin
lembah terjadi saat suhu di lembah lebih kecil dibanding di puncak gunung. Jika
pada suatu saat perbedaan suhunya ΔT maka angin lembah tersebut memindahkan energi per detik
sebesar P. Pada saat beda suhunya 10 ΔT maka
energi angin yang dirambatkan per detik adalah ...
A.
P
B.
5 P
C.
10 P
D.
100 P
E.
10.000 P
6. Sebuah
benda hitam sempurna mempunyai luas permukaan 1000 cm2 dengan suhu 27 OC. Jika konstanta
Stefan – Boltmanz = 5,67. 10-8 watt/m2.K4, maka besarnya energi yang dipancarkan selama 1
menit adalah...
A.
2754
J
B.
459 J
C.
275,4
J
D.
45,9
J
E.
27,54
J







Keren Bu.. Kuisnya sdh ada Bu?
BalasHapusTerima kasih pa, kuisnya disimpan di mana ya
HapusKonteks udah bagus bunda ...
BalasHapusTapi menurut saya, secara tata letak kita bisa mengamati blogger profesional kebanyakan tampilan muka minimal 2 muka, widget ada di sisi kanan/kiri
Selanjutnya dalam pengaturan jarak antar paragraf perlu konsisten, juga baris pertama tiap paragraf jarak menjorok ya juga perlu konsisten. Ini biar terlihat lebih nyaman dibaca
Mhn maaf sebelumnya ... Semangat dan lanjutkan ...
Jgn lupa mampir di elearningpaismk.blogspot.com yah
Konteks = konten isi materi maksud saya
BalasHapusMakasih pa masukannya sangat berharga
BalasHapusAda beberapa alinia dipenulisa Harus disatukan tidak berpindah kebawah supaya konsepnya terlihat jelas pas gambar konveksi
BalasHapusJarak dari pinggir biasanya 7 kata menjorok.....
Luar biasa Bu Enung guru hebat....teruslah berkarya menghasilkan karya inovasi terbaru....sukses terus ya ....
Mantaafff...pemaparan materi ditambah dengan bahan tayang akan memudahkan pembaca khususnya peserta didik memahami materi. Kereenn, terus berkarya dan menginspirasi...
BalasHapusBagus bu, penulisan spasi saya jg sedikit kesulitan utk bs rapi bu.. Tapi udah bagus kok bu.
BalasHapusMampir di blog saya jg ya bu
https://mediapembelajaranfrontoffice.blogspot.com/?m=1
Kerennn banget, bu Enung dengan blog nya.
BalasHapusTerus berkarya dan belajar untuk penyempurnaan yg lebih baik lagi.